Si Pensil Kecil

Nama pensil kecil tidak terpikir sebelumnya. Pun tidak perlu waktu yang lama dalam membuatnya. Sebenarnya au terinspirasi teman au yang bisa membuat nama sederhana namun luas maknanya. Terimakasih pada semua pedagang sayur (bakul sayur)

Filosofi yang terkandung dalam nama pensil kecil cukup sederhana. Pensil yang memendek karena telah digunakan, namun bukan berarti tidak bisa dipakai untuk menulis.

Pensil ini pendek karena digunakan, karena itu pengalamannya banyak, sehingga semakin rendah pula hatinya. Semakin teguh pula pendiriannya sehingga perlu kehati-hatian dalam penggunaannya, karena pensil pendek biasanya susah dipegang.  Selain itu, hati-hati dalam menyimpannya karena dapat melukai oprang lain bila di tempatkan ditempat yang salah, sofa misalnya.

Kemudian dalam prosesnya ia mengalami tumpul dan lancip, menggambarkan kondisi manusia yang berubah-ubah selama ia mau bergerak. Tanpa mau menjadi lancip dengan cara diasah, maka kemampuannya akan semakin berkurang. Ia pun mau diraut (disakiti) sehingga menjadi pensil yang dapat digunakan. Begitupun manusia yang perlu ditempa oleh keadaan sehingga terjadi proses belajar.

Terakhir, ia sadar bahwa ia semakin pendek, bukan bertambah menjadi panjang. Tidak banyak waktu dan kesempatan yang dimiliki. Sehingga perlu kebaikan dan keberanian dalam membuat goresan.

Au berharap ini menjadi bekal au nanti di bawah sana, menjadi bekal sampai semua berakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *