Liquid Natural Gas Plant

gambar terkait

LIQUID NATURAL GAS

FIG. Chris Caswell, Director – LNG and FLNG : 2014

DISUSUN OLEH

ega sepfriansyah A.

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang

Industri merupakan suatu komuditas umum yang peranya begitu penting bagi pembangunan suatu Negara baik dalam sektor penghasil energy maupun material lainya, kehadirannya yang begitu komplek dan signifikan mengharuskan suatu pembangunan yang sangat memadai dan tentunya dapat bertumbuh dengan pesat. Di Indonesia industri-industri ini tersebar luas dari Sabang sampai Merauke. Proses dalam industri ini terbagi dalam beberapa tahap yang dalam penyalurannya membutuhkan komuditas pentransfer atau pengiriman suatu material khusus.

Begitu pentingnya peranan industri proses ini sehingga memerlukan pengetahuan mendalam akan equipment-equiment apa saja yang digunakan dalam industri, tak terkecuali pada industri Liquid Natural Gas atau yang lebih sering dikenal dengan “LNG”. Industri alam ini memroses unsur-unsur alam daam kegiatanya, sehingga keteribatan akan perlengkapan seperti reactor maupun  alat penukar panas menjadi hal yang sangat penting untuk di analisa lebih lanjut.

Keberagaman perlengkapan proses dalam industri Liquid Natural Gas dapat dibedakan melalui fungsi equipment, karena pada penerapanya beberapa equipment industri ini memiliki beda fungsi meskipun berbentuk dan berukuran yang mendekati sama. Melalui rincian perhitungan akan reaksi maupun kegiatan proses pada suatu equipment maka akan dapat diketahui akan perbedaan peranan-peranan equipment secara significant. Setelah mengetahui peranan melalui perhitungan sebagai dasar peranan suatu equipment akan  memudahkan daam perhitungan neraca massa maupun neraca energi dalam proses industri Liquids Natural Gas ini.

Pentingnya keberadaan suatu industri proses  Liquid Natural Gas sebagai pembangunan suatu negeri melalui pemrosesan industi alam untuk bahan bakar suatu industri lain ini menunut adanya penegathuan akan suatu proses kegiatan, melalui rincian perhitungan suatu reaksi kimia maupun fisika dari proses industri akan didapatkan analsa peranan dari equipment  industry LNG ini, sehingga akan memudahkan dalam penentuan neraca massa dan juga nerca energi industry ini.

1.2 Rumusan Masalah

Perumusan masalah dalam pembahasan ini adalah sebagai berikut :

  1. Apa saja eqipment penting dalam pembangunan suatu industri Liquid Natural Gas ?
  2. Bagaimana peranan dari komponen tersebut bagi industri Liquid Natrium Gas ?

1.3 Tujuan

Tujuan dari pembahasan ini adalah sebagai berikut :

  1. Menganalisa kebutuhan-kebutuhan komponen utama dalam pembangunan suatu industri.
  2. Mendapatkan rincian perhitungan sebagai dasar fungsi dan peranan komponen dalam industri proses.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  • Industri Liquid Natural Gas

Industri “LNG” atau disebut juga industri Liquid Natural Gas merupakan industri negeri pengolah suatu gas alam menjadi bahan bakar cair dari suatu kilang gas berupa C1 yaitu gas methane dan C2 atau dengan kata lain etana melalui pengkondisian gas hingga pada titik kondisi yang diinginkan yaitu kondisi dengan temperatur 160 oC. sususnan gas yang berbeda karakter ini harus dipisahkan berdasarkan titik didihnya yaitu melalui proses destilasi sehingga beberapa equipment khusus sebagai pendinginan sangat diperlukan dalam industri ini.(reymand:2012)

Gambar 2.1 Industri Negeri

(Sources  Industri LNG Reymand : 2012)

  • Equipment Utama dalam Industri Proses (Liquid Natural Gas)

Industri Liquid Natural Gas berperan penting dalam pengolahan gas alam yang akan dicairkan tentunya dengan kondisi yang jauh lebih ringan massanya oleh karena itu kehadiran equipment-equipment seperti condensator, heat exchanger atau dalam proses ini berperan sebagai cooler, hingga raktor merupakan komuditas vital

 

Gambar equipment-equipment utama industri proses (Liquid Natural Gas)

(source penggunaan komponen lokal industri migas// Pakar migas : 2016)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METOLOGI PENULISAN

Laporan ini merupakan susunan dari teori pengerjaan suatu perancanaan Indutri Liquid Natual Gas dengan metode penyusunan beberapa partikel pembahan penting dari industri pengolah gas alam ini, berikut adalah susunan pembahasan penting dalam penulisan laporan ini :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Neraca Massa

Neraca massa merupakaan hasil perhitungan kandungan-kandungan masukan, tumpukan dan keluaran dari suatu proses pemrosesan pada suatu alat, neraca ini biasa digunakan untuk mengetahui evaluasi serta kinerja dari suatu alat, seperti pada condenser, hingga alat yang bernama Debutanizer, berikut adalah kondisi masukan serta keluaran dari produk yang dihasikan oleh aat berbentuk silinder ini .(Selfinagala:2009)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 4.2 susunan neraca masa pada proses debutanizer industry “LNG”

 

 

4.2 Neraca Energi

Neraca energi ialah suatu pergitungan pergerakan energi yang terjadi pada suatu media dalam hal ini suatu alat, penerusan dari neraca massa, neraca energi juga ditujukan untuk melihat atau meevaluasi hingga memperhitungkan  hasil kerja maupun efisiensi dari suatu alat, perhitungan neraca energy biasa dilakukan oleh alat yang memang harus terjadi perpindahan atau perubahan energi baik perpindahan panas maupun perpindahan energi dalam bentuk lainnya. Oleh sebab itu perhitungan neraca energi juga biasa diterapkan pada heat exchanger, reactivation driyer cooler pada industri Liquid Natural Gas

 

Gambar 4.2 aktifitas pergerakan energy untuk neraca energi

(Source

 

4.3Material handling

Material handling atau biasa disebut juga dengan aktifitas pemindahan barang / material dari titik 1 ke titik selanjutnya dalam jarak tertentu (Puspita:2017).

Berdasarkan American Material Handling Society Material handling ialah seni serta ilmu meliputi penanganan (handling), Pengendalian (controlling), Pemindahan (moving), Pengepakan (packaging), serta Penyimpanan (saving), terhadap suatu material.

Terdapat beberapa jenis istilah dalam material handling berdasarkan tenggang waktu dan kerjanya, yaitu sebagai berikut :

  1. Transfer : pemindahan barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan jarak lalu lintas kurang dari 1.5 meter
  2. Transport : pemindahan barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan jarak lalu lintas lebih dari 1.5 meter

 

Dalam industri proses (Liquid Natural Gas) terdapat dua pengangkut produk industri ini yaitu

  1. Truck carrier
  2. kapal tanker carrier.

 

4.3.1 Truck Carrier

Truck carrier atau lebih dikenal dengan akomodasi pengangkut. Dalam industri besar seperti industri proses Liquid Natural Gas berperan dalam pengangkutan bahan bakar equipment industry seperti halnya dalam bagian re-boiler, dalam industri ini re-boiler digunakan sebagai penguapan atau pemrosesan kemabli material Liquid Natural Gas sehingga diperlukan pentransport bahan bakar equipment ini. Bahan bakar equipment ini dapat berasal dari batu bara atau padatan mudah terbakar lain maupun produk samping seperti butane.

 

 

Gambar 4.3.1 truck akomodasi pembawa bahan bakar equipment industri “LNG”

(Sources//vilkoming balinase Haul truck : 2015)

 

4.3.2 Tanker Carrier

Tanker carrier dalam inustri prosses Liquid Natural Gas ini merupakan media pengirim produk jadi dari palnt “LNG” menuju industri penerima, meski tanker carrier bukan termasuk material handling karena memang bukan media transportasi dalam industri namun carrier tanker menjadi komuditas pengirim anatr industry yang sangat penting untuk diperhatikan

Gambar 4.3.2 tanker carrier sebagai material handling industri “LNG”

(source// Jakarta greater : 2014)

4.4 Proses Fisika

Proses fisika merupakan suatu proses alam melalui suatu rekasi secara fisikawi sehingga memunculkan suatu produk dengan komponen atau bentuk dan warna yang baru, dalam industri proses seperti industri Liquid Natural Gas yang menggunakan proses fisika dalam bebeapa tahap, seperti halnya tahap molocular sieve pada tahapan ini suatu wadah cylindrical digunakan sebagai pemisah anatra H20 (uap air) dengan kandungan pembentuk gas alam lainnya, hal tersebut ditujukan untuk pemilihan kandungan gas alam yang baik, karena jika kandungan (H20) uap air tidak dipisahkan akan menyebabkan peristiwa korosi yang dapat menimpa instalasi perpipaan sehingga dapat menyebabkan dalam pemrosesan ini. Dalam suatu industri Liquid Natural Gas umumnya memiliki 3 komponen yang terdiri dari :

  1. Molocular Sieve A (D110 A)
  2. Molocular Sieve B (D110B)
  3. Molocular Sieve C (D110C)

Ketiga komponen tersebut tentu memiliki karakateristik penggunaan yang berbeda, seperti pada Molocular Sieve A dan C yang digunakan saat system sedang beroperasi namun yang membedakan dari kedua komponen cylindrical tersebut adalah persentase pemrosesan pada pemisahanan kandungan H20 (uap air) serta pada molocular sieve yang lainya digunakan sebagai media alternatif atau cadangan pada saat kondisi instalasi equioment dalam keadaan tidak baik dalam hal ini ada gangguan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 4.4 Proses Molocular Sieve

(source //about molocular sieve+pada+industry any:201)

4.5 Proses Kimia

Proses kimia atau dengan nama istilah chemistry procces merupakan suatu kejadian dengan sendirinya maupun adanya reaksi yang ditujukan untuk mengubah satu atau lebih senyawa kimia. Proses kimia biasa dilakukan dalam suatu laboratarium kimia, namun pada industri proses Liquid Natural Gas ini tidak sepenuhnya terjadi proses kimia secara menditail dengan identifikasi adanya perubahan kimia baik melalui penambahan kandungan kimia sehingga diperoleh reaksi kimia itu sendiri maupun pencampuran unsur kimia sebagai kandungan utama dari produk Liquid Natural Gas, karena pada prinsipnya proses “LNG” merupakan kegiatan pemisahan dari suatu kandungan yang tidak diinginkan seperti (H2O) uap air, (CO2) carbon dioksida maupun unsur lainya untuk dikondisikan sehingga memperoleh kondisi temperature -160oC dengan beberapa proses seperti pendinginan atau cooler serta refigenerasi .

Gambar 4.5 Contoh Proses Penambahan Senyawa kimia

(source :proses kimia novi:2017)

4.6 Reactor (Reaktor)

Reactor atau dikenal dengan tanki pengoah atau pereaksi berbentuk silinder merupakan suatu equipment yang selalu ada dalam industri proses khususnya dalam hal ini yaitu industri Liquid Natural Gas. Pada industri ini memiliki beberapa reactor, salah satu diantaranya yaitu De-buthanizer Reboiler (D313). Tahapan ini ditujukan untuk menguapkan kembali bottom produk pada de-butanizer yang materialnya terbuat dari bahan carbon steel. Pada proses ini terjadi perubahan temperature yang sangat significant yaitu dari temperature masukan 44,24 0C dengan keluaran temperature yaitu sebesar 133oC disamping temperature yang berubah terjadi pula perubahan tekanan yaitu sebesar 0,98 bar dengan kandungan kimia yang berbeda pula yaitu sebagai berikut :

Tabel 4.6 kandungan kimia pada De-buthanizer sebagai salah satu reactor dalam indsustri “LNG”

 

Gambar 4.6 atas reaktor Debutanizer pada industri Proses “LNG” dan bawah spesifikasi dari raktor de-buthanizer

Dismping reaktor diatas terdapat jenis reaktor lainya yang juga diaplikasikan pada industri pengolah gas alam ini, reaktor tersebut ialah raktor berjenis seri, reaktor ini merupakan reaktor molosular sieve, yang fungsinya menghilangkan kandungan (H2O) uap air dengan kadar yang telah ditentukan pada cyindical bertanda “a” dan akan mengalami peningkatan penyerapan kadar (H2O) lebih tinggi pada cylindrical bertandaC

Gambar 4.6.b reaktor tipe seri pada industri “LNG”

4.7 Equiment Perpindahan Panas

Perpindahan panas merupakan proses beralih atau berpindahnya suatu kalor dari titik satu menuju titik lainya baik melalui media perantar maupun tanpa mealui media perantara. dalam industri Liquid Natural Gas equipment pemindah panas berdasarkan fungsinya terbagi menjadi dua yaitu sebagai pemanas atau dikenal dengan istilah Heat Exchanger dan Cooler yaitu berperan sebagai pendinginan, seperti halnya Driyer Reactivation Cooler pada industri “LNG”  yang berperan sebagai pendingin gas regenerasi molocular sieve untuk mencapai suhu flash (gas hasil regenerasi kandungan dari produk industri ini). dalam fungsinya equipment menurunkan temperatur produk yang semula 260oC atau sama dengan 500 F menjadi produk keluaran bertemperatur 28oC atau 82,4 F. equipment dengan panjang 90 ft ini merupakan equipment pemrosesan kandungan gas luaran dari “D110 A” yang diolah untuk dapat disalurkan menuju flash drum sehingga diteruskan kembali menuju molocular sieve (D110 A/C).

 

Gambar 4.7 equipment pemindah panas

(Sources//equipment pemindah panas Hambali :2016)

 

 

 

 

 

 

Gambar disediakan dalam format A3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 4.8 procces flow diagram

(source : tugas kimia pradesain industry “LNG” teknik kimia ITS)

 

 

 

BAB V

KESIMPULAN

Kesimpulan pada pembahasan ini adalah sebagai berikut :

  1. Industri proses khususnya industri pengolah gas alam (Liquid Natural Gas) meupakan industri dengan siklus “continue” (alirannya yang mengalir secara langsung) masa tenggang/tunda hanya pada proses di storage
  2. Proses ini menurunkan temperature hingga mencapai temperature negatif sehingga kebutuhan akan penjagaan fluida maupun instalasi perpipaanya sangat harus diperhatikan.
  3. Pengiriman atau material handling paling banyak terjadi dari luar industri menuju ke dalam dan dari dalam industri menuju keluar untuk seanjutnya didistribusikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sangat perlua adanya masukan atau kriktik dan saran demi berkembangnya pengetahuan dalam bidang industri proses maupun lingkungannya

Kritik:

 

 

 

 

Saran:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Any.Jakarta greater.2014.tanker carrier.negoisasi jero wacik.jakarta

Any.2017.proses flow diagram.tugas pra desain industri LNG.ITS Surabaya.

Caswell, Director – LNG and FLNG : 2014.fig industry. LNG”

http://cvdyanieleengineering.co.id//Hambali,Imam.2016.boiler heat exchanger.Driyer         Reactivasion Cooler.(diakses pada juni 2017).

Novi.2017.proses kimia.chemistry procces for industry.Surabaya

Pakar Migas.komponen industri Liquid Natural Gas.2016.kemenperin dan SKK                 migas bentuk tim teknis.Jakarta

Nagalas,selfie.2009.neraca massa.bahan kuliah azaz teknik kimia

Reymond,alwin.2012.kegiatan LNG.apa itu industri Liquid Natural Gas.Sulawesi.

Sanjaya,tri.2015.truk carrier pembawa bahan bakar padat.Haul truck truck                          terbesar.Dewata Bali

 

material take off
material take off, pipe, bill

http://mahasiswa.ppns.ac.id/ega.piping

bill , pipe, equipment,

MATERIAL TAKE OFF

Materials ialah peralatan-peralatan penyusun yang dibutuhkan dalam suatu pekerjaan atau biasa kita kenal dengan fabrikasi, baik fabrikasi dalam bengkel / workshop maupun lapangan. Dalam penggunaannya, material sangat diperhitungkan baik dalam segi kuantitas / jumlahnya hingga dimensinya sekalipun, karena memang semua hal tersebut sangat mempengaruhi cost atau biaya yang akan dikeluarkan. Sekai saja material yang digunakan tadak sesuai dengan kebutuhan yang ada maka kerugian besar bisa-bisa melanda kita. Dalam hal perencanaan sebuah material take off digunakan sebagai pengantisipasian kesalahan-kesalahan fabrikasi maupun pembelajaan material atau dalam Bahasa teknik lebih dikenal dengan mateials purchase untuk leih jelasnya yuk kita simak list apa saja yang wajib ada dalam material take off :

  1. No (nomer) : pada kolom “No.” dituliskin dalam bentuk angka seperti 1, 2, 3, 4, 5 dan seterusnya
  2. Discription : dikolom ini biasanya bisa ditulis item, nah isinya komponent-komponent yang ada disheet kerja, misalnya aja :
    1. Pipe
    2. Valve
    3. Tee
    4. Elbow
    5. Reducer
  3. Lalu yang ke tiga ada length : pasti sudah taukan artinya…. Yup length disini maksunya panjang dimensi, tapi nggak semua loh yang ada keterangan di length ini, misalnya aja flange, panjang flange disini tentu tidak dimasukan kedalam kolom length
  4. Dan yang ke-4 ada sum of item tapi dikolom ini juga biasa diberi nama Qty / quantity yang artinya banyaknya component perpipaan yang terinstall di sheet kerja
  5. Yang kelima ini sebenarnya masih banyak lho, seperti remark, ada juga statement/note hingga keterangan lain missal aja untuk jenis testing yang dipilih untuk instalasi perpipaan tapi untuk dasar cukup ke-4 unit diatas ya

 

Nah itu sudah ashar, Sekian dulu ya semoga bisa membantu ya, aminn ya robbal alamin

Wassalamualaikum