oil lubricating system bagikan air bagi tubuh

Assalamualaikum sobat enggineer muda, salam kenal dari saya egi S. Avianto saudara kembarnya ega :)… Nah kita semua mesti sudah paham  bahwa mahkluk hidup membutuhkan udara (O2) untuk bernafas yang kita dapat dari lingkungan tempat kita hidup. Tetapi ada yang tidak kalah pentingya bagi dalam hidup kita, yakni air. Fungsi air selain mencegah tubuh terkena dehidrasi, ternyata juga dapat mmendinginkan tubuh kita. Itu semua ditinjau dari kehdupan kita,  Lalu bagaimana dengan mesin penggerak, terutama mesin pada kapal (Ship machinery).  Sama halnya dengan air pada tubuh,  dalam  mesin -mesin yang ada sangat memerlukan pendinginan berupa air, Oil, Propana, Minyak Hydrolik (skydrol untuk mesin hydrolik) dan masih banyak lagi tapi kali ini akan dijelaskan mengenai Fuel oil system pada kapal. Berikut penjelasannya ….

LUBRICATING OIL SYSTEM 

Sistem pelumasan merupakan salah satu sistem utama pada permsinan, yaitu suatu rangkaian alat-alat mulai dari tempat penyimpanan, minyak pelumasan, minyak pompa, pipa-pipa saluran dan distribusi minyak hingga pengaturan tekanan dan pelumasan agar sampai kepada bagian-bagian yang membutuhkan pelumasan seperti : mesin, cylinder pada komponen utama kapal.

Fungsi dan Tujuan Lubricating Oil System

System kapal ini memiiki beberapa fungsi dan tujuan antara lain :

  1. mengurangi gesekan serta mencegah keausan dan panas pada komponen mesin kapal yang bersinggunggan secara terus-menerus dalam jangka panjang. Dengan berdasarkan prinsip pembentukan lapisan tipis (oil film) untuk mencegah kontak langsung permukaan logam komponen dengan permukaan logam lainnya.
  2. Disamping sebagai media pelapisan, Lubricating system juga diperuntukan sebagai pendinginan yaitu dengan menyerap panas dari bagian-bagian yang mendapat pelumasan dan kemudian membawanya serta memindahkannya pada system pendingin.
  3. Kemudian sebagai pembersih, yaitu dengan mengeluarkan kotoran pada bagian-bagian mesin.
  4. Lalu sebagai pencegahan korosifitas dengan memberi pelapis pada logam maka akan menjauhkan kontak alami yang terjadi antara logam dan oksigen atau udara.
  5. Dan yang terakhir yaitu pencegahan kebocoran hal ini dimungkinkan karena adanya lapisan tipis baru yang membentu pada permukaan logam komponen mesin kapal.

2.1.1 Bentuk Lubricating Oil System

Berdasarkan wujudnya minyak pelumas digolongkan menjadi dua

  1. Liquid atau dalam bentuk cairan dan biasa disebut dengan oli (oil)
  2. Setengah padatan atau biasa disebut juga semi solid yaitu minyak gemuk.

Dalam penerapannya minyak pelumas cair dapat digolongkan dari bebrapa hal yaitu

Berdasarkan bahan pelumas yang dibuat yaitu :

  1. Peluamas mineral (pelikan) yang berasal dari minyak bumi dan biasanya minyak terbaik ini akan digunakan pada mesin-mesin diesel kapal.
  2. Pelumas nabati yaitu yang terbuat dari bahan lemak binatang atau tumbuh-tumbuhan
  3. Pelumas sinetetik yaitu pelumas yang merupakan bukan besar dari nabati atau mineral melainkan dari hasil pengolahan sendiri( Ref : Febriantara : 2009).

    gambar dikuti dari Marchant marine manuscropt (fidierwin.blogspot)